banner 728x250
Daerah  

Tanam Padi Gogo di Bulan Ramadhan: Upaya Strategis Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Cianjur, Jabar Liputan-6plus.com

Berbeda dengan tradisi buka bersama lainnya, KABISA (Konsorsium Agribisnis Berbasis Inovasi Sosial dan Agrikultur) dan PESAT (Pelayanan Sentra Agribisnis Terpadu) Cianjur menggelar kegiatan yang tak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan nasional.

banner 325x300

Pada bulan suci Ramadhan ini, mereka mengadakan event Buka Bersama yang diisi dengan rangkaian penanaman padi Gogo serentak di Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, dengan tema “Tanam Serentak Padi Gogo Seluas 100 Ha dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan”.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari ASTRA AGRO LESTARI, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dalam acara ini, hadir berbagai pihak penting, termasuk jajaran direksi ASTRA AGRO LESTARI, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Dadan Suryanegara, serta anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Riyatman, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Cianjur, serta tokoh masyarakat setempat.

Penanaman padi Gogo ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Cianjur, yang memiliki sejarah panjang dalam pola tanam padi Huma, diharapkan dapat memanfaatkan potensi lahan-lahan tegalan dan pasir untuk budidaya padi Gogo, yang selama ini sering terlupakan. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan beras dari padi sawah bisa berkurang.

MJ. Wisnu Wardoyo, Owner KABISA, berharap kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan pertanian, serta memfasilitasi regenerasi petani yang tidak hanya handal dalam agribisnis tetapi juga dalam bidang agroteknologi.

“Untuk itu, KABISA mengajak mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Suryakancana untuk terlibat dalam pendampingan petani,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Nurjaya, S.E., M.M, Pendiri PESAT, berharap agar program penanaman padi Gogo ini bisa menjadi alternatif untuk memenuhi cadangan pangan beras nasional. Melalui pembinaan kelompok tani dan penghidupan kembali pola tanam padi Huma, Cianjur dapat mengembalikan kejayaannya sebagai lumbung padi Huma di Indonesia.

“KABISA dan PESAT berkomitmen untuk memperluas sosialisasi serta pembinaan ini agar petani lebih siap memanfaatkan peluang budidaya padi Gogo untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” imbuh dia.

Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengapresiasi peran serta ASTRA AGRO LESTARI yang telah membantu menyediakan benih padi Gogo untuk mendukung gerakan swasembada pangan ini.

“Kami berharap inisiatif ini dapat diperluas ke seluruh Kabupaten Cianjur, sehingga wilayah ini bisa menjadi kontributor utama dalam ketahanan pangan nasional,” ucap dia.

Sri Cahyo Wibowo, Direktur ASTRA AGRO LESTARI, menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam bidang pertanian.

“Kami tidak hanya berfokus pada keuntungan perusahaan, tetapi juga turut serta dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami berharap melalui kolaborasi ini, ketahanan pangan nasional dapat tercapai,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Cianjur kembali menunjukkan perannya sebagai pionir dalam pertanian berkelanjutan, yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Cep Awan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *