banner 728x250
Budaya  

Mudik Ke Kampung Halaman Di Cianjur Selatan:Tradisi Yang Tak Terlupakan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Cianjur,Jabar Liputan-6plus.com

Mudik menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya adalah Dodi, warga Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, yang kembali ke kampung halamannya di Cianjur Selatan.

banner 325x300

Terletak di perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung, Naringgul menyimpan banyak cerita dan kenangan bagi siapapun yang merantau, termasuk Dodi yang setiap tahun selalu menyempatkan diri untuk pulang.

Meskipun perjalanan menuju Naringgul membutuhkan waktu dan usaha ekstra, Dodi merasa sangat puas bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan merasakan atmosfer kampung halaman yang penuh kedamaian.

Cianjur Selatan, dengan keindahan alamnya, memang selalu memikat hati para perantau. Dodi mengungkapkan, “Mudik ke Naringgul bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga ajang untuk kembali merasakan kedekatan dengan keluarga dan alam yang sudah lama tidak saya jumpai.”

Tradisi mudik di Naringgul bukan hanya soal perjalanan panjang dan melelahkan, tetapi juga tentang nilai kekeluargaan yang sangat kental. Di desa ini, silaturahmi antar warga sangat terjaga, dan pertemuan dengan sanak saudara menjadi momen yang selalu ditunggu-tunggu.

“Banyak orang yang memanfaatkan kesempatan mudik untuk berbagi cerita dan mengenang masa kecil mereka di kampung halaman,” ungkapnya, Selasa (25/3/2025).

Namun kata dia, meskipun sudah banyak perubahan, seperti akses jalan yang semakin baik dan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, suasana tradisional di Naringgul tetap terjaga.

“Di balik kemajuan tersebut, masyarakat tetap memegang teguh nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka,” ujar dia.

Bagi Dodi dan banyak perantau lainnya, mudik ke Naringgul adalah momen berharga yang membawa kebahagiaan, kenangan, dan rasa syukur atas segala pencapaian yang telah diraih.

“Mudik adalah waktu yang tepat untuk kembali ke akar, merasakan kedamaian, dan bersyukur atas berkah yang ada,” katanya.

Dengan tradisi mudik yang terus berlangsung, Naringgul menjadi saksi bisu bagaimana pentingnya sebuah tempat untuk kembali ke rumah, tempat di mana setiap orang bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati.

Cep Awan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *