Semarang, Liputan-6plus.com
Laura Sabila, mahasiswa Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat, Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), membawa nafas baru dalam pelestarian budaya melalui kampanye bertajuk “Muda Berbudaya dengan Kebaya”.
Kampanye ini merupakan bagian dari proyek mata kuliah “Produksi Konten Multiplatform” yang mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kebaya sebagai warisan budaya bangsa.
Berbeda dari pendekatan konvensional yang hanya menampilkan kebaya sebagai busana, Laura memadukan unsur budaya dan kreativitas digital dengan membuat konten interaktif di media sosial.
“Kampanye ini bukan tentang menjadi model kebaya, tetapi tentang menciptakan ruang dialog yang segar, interaktif, dan relevan di kalangan anak muda,” jelas Laura, Kamis (22/5/2025).
Dalam pelaksanaannya, Laura berkolaborasi dengan Lokatmala, sebuah komunitas kreatif yang fokus pada pelestarian budaya Indonesia. Melalui video pendek, infografik, hingga tantangan di TikTok dan Instagram, kampanye ini berhasil mengemas nilai budaya dalam format yang mudah dicerna dan menarik perhatian audiens muda.
Menurut Laura, media sosial adalah jembatan efektif untuk mempertemukan budaya tradisional dengan dunia digital. Ia ingin membuktikan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian kuno, melainkan simbol identitas yang bisa dibanggakan dan dikenakan dengan percaya diri oleh generasi masa kini.
Lebih jauh dalam pandangannya juga bahwa kampanye “Muda Berbudaya dengan Kebaya” menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku dan konvensional.
Dengan sentuhan kreatif dan pendekatan multiplatform, Laura Sabila membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi motor penggerak utama dalam menjaga dan mencintai budaya bangsa, melalui cara yang modern dan menyenangkan.
Cep Awan


















