Cianjur, Liputan-6plus.com
Kemunculan nama RH dalam pusaran dua kasus dugaan korupsi di Cianjur memicu tanda tanya publik. Sosok berinisial RH ini disebut-sebut terlibat dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tahun Anggaran 2023 senilai Rp40 miliar, serta dugaan korupsi retribusi di kawasan wisata Cibodas.
Nama RH pertama kali mencuat ke publik saat kuasa hukum PT KPA, pihak ketiga yang mengerjakan proyek PJU, menggelar konferensi pers di Jakarta pada 10 Juli 2025. Fadlin Avisenna Nasution, kuasa hukum PT KPA, mengungkapkan bahwa proses hukum kasus ini diwarnai dugaan pemerasan dan kriminalisasi. Ia menyebut RH sebagai oknum polisi yang diklaim memiliki kedekatan dengan salah satu pejabat di Kejari Cianjur.
Di luar kasus PJU, RH juga dikaitkan dengan PT Bharaduta Jaya Sakti (BJS), perusahaan yang disebut masih menunggak retribusi miliaran rupiah di kawasan wisata Cibodas. Dugaan ini disampaikan Direktur Cianjur Riset Center, Anton Ramadhan. Ia mengungkapkan bahwa RH tidak hanya muncul dalam dugaan kasus korupsi PJU, tapi juga memiliki kaitan dengan permasalahan retribusi yang hingga kini belum diselesaikan.
Menurut Anton, RH diduga merupakan pimpinan di PT BJS dan bukan sosok asing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Ia menduga, RH dikenal baik oleh kepala dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Anton pun mempertanyakan mengapa hingga kini PT BJS belum juga menyelesaikan kewajiban pembayaran retribusi, padahal pihak kejaksaan sudah ikut turun tangan dalam proses penagihan.
Di sisi lain, keterlibatan RH dalam dua kasus sekaligus menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi konflik kepentingan dan kuatnya jejaring yang dimiliki. Anton menyayangkan lambannya pengungkapan kasus-kasus ini dan berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan proses penyidikan. Ia menegaskan, transparansi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui siapa saja yang harus bertanggung jawab.
Hingga kini, Kejari Cianjur belum mengumumkan nama tersangka dalam kasus dugaan korupsi PJU. Sementara itu, dugaan korupsi retribusi di kawasan Cibodas juga masih jalan di tempat. Dua perkara yang menyeret satu nama ini menambah panjang daftar kasus yang menanti kejelasan hukum di Cianjur.
Cep Awan


















